Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

laboratorium parasitologi representatif


PENDAHULUAN

Parasitologi adalah adalah suatu ilmu cabang biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes). Predator adalah organisme yang hidupnya juga bersifat merugikan organisme lain (yang dimangsa). Bedanya, kalau predator ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari yang dimangsa, bersifat membunuh dan memakan sebagian besar tubuh mangsanya. Sedangkan parasit, selain ukurannya jauh lebih kecil dari hospesnya juga tidak menghendaki hospesnya mati, sebab kehidupan hospes sangat essensial dibutuhkan bagi parasit yang bersangkutan.
Menyadari akibat yang dapat ditimbulkan oleh gangguan parasit terhadap kesejahteraan manusia, maka perlu dilakukan usaha pencegahan dan pengendalian penyakitnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka sangat diperlukan suatu pengetahuan tentang kehidupan organisme parasit yang bersangkutan selengkapnya. Tujuan pengajaran parasitologi, dalam hal ini di antaranya adalah mengajarkan tentang siklus hidup parasit serta aspek epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Dengan mempelajari siklus hidup parasit, kita akan dapat mengetahui bilamana dan bagaimana kita dapat terinfeksi oleh parasit, serta bagaimana kemungkinan akibat yang dapat ditimbulkannya. Selanjutnya ditunjang oleh pengetahuan epidemiologi penyakit, kita akan dapat menentukan cara pencegahan dan pengendaliannya.
Laboratorium parasitologi adalah salah satu sarana yang digunakan untuk penelitian dan pemeriksaan berbagai jenis parasit. Berbagai jenis parasit dari jenis amoeba,protozoa,jamur,dan lainnya bisa diperiksa di laboratorium parasitologi dengan bantuan mokroskop. Sedangkan jenis cacing dan serangga bisa diamati secara makroskopis.


URAIAN

A.    Pengertian
Laboratorium parasitologi adalah salah satu sarana yang digunakan untuk penelitian dan pemeriksaan berbagai jenis parasit. Berbagai jenis parasit dari jenis amoeba,protozoa,jamur,dan lainnya bisa diperiksa di laboratorium parasitologi dengan bantuan mokroskop. Sedangkan jenis cacing dan serangga bisa diamati secara makroskopis.
Laboratorium Parasitologi mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengidentifikasi berbagai organisme yang tergolong parasit, diantaranya protozoa darah, protozoa usus, protozoa jaringan, Nemathoda jaringan, Nemathoda usus, Cestoda, Trematoda, serta pemeriksaan tinja umtuk identifikasi parasit dan sediaan darah malaria.  Identifikasi dilakukan melalui pengamatan langsung pada preparat parasitologi dengan bantuan mikroskop dan pembuatan preparat. Laboratorium parasit dilengkapi dengan mikroskop binokuler, digital camera DCE-2, alat dan bahan pembuatan preparat.
Laboratorium Entomologi-Parasitologi merupakan laboratorium pengembangan keilmuan dan pelayanan yang terdiri dari 3 bidang, yaitu  Entomologi, Parasitologi dan Akarologi. Pengembangan keilmuan dan pelayanan dalam tiga bidang tersebut diupayakan dalam rangka ikut berperan dalam meningkatkan pelayanan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
B.     Fungsi
1.      Melakukan identifikasi parasit yang terkandung dalam suatu sampel
2.      Melakukan penelitian yang berhubungan dengan parasit
3.      Menegakkan diagnosa dokter
4.      Melakukan pengamatan jenis –jenis parasit baik secara makroskopis maupun mikroskopis


C.    Kegiatan di Laboratorium Parasitologi

                   


D.    Fasilitas di Laboratorium Parasitologi
1.Ruangan laboratorium yang memadai
Ruangan laboratorium yang ideal yakni memiliki luas yang cukup,keadaan yang bersih dan rapi,serta di lengkapi dengan jendela dan ventilasi yang cukup sehingga udara dan sinar matahari bisa cukup memasuki ruangan sehingga tidak menimbulkan ruangn laboratorium yang pengap dan gelap.
2.Peralatan (sarana dan prasarana) yang lengkap
Peralatan yang canggih dan modern sangat diperlukan untuk melengkapi laboratorium parasitologi. Mikroskop listrik binokuler misalnya salah satu sarana yang sangat mendukung dalam pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan di laboratorium parasitologi.  
3.Tersedia berbagai contoh preparat yang sudah jadi
Berbagai contoh preparat dari beberapa jenis parasit seperti telur  cacing,larva cacing,protozoa,amoeba, dan lainnya bisa dijadikan kelengkapan laboratorium parasitologi. Preparat-preparat yang sudah jadi bisa dijadikan gambaran sebelum menemukan berbagai parasit yang bisa ditemukan dalam sampel.
4.Tenaga ahli yang terampil dan berkompeten
Tenaga ahli sangat diperlukan dalam mengerkan berbagai pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan di laboratorium parasitologi. Tenaga ahli yang terampil dan berkompeten merupakan hal yang sangat penting karena bila dalam suatu laborarorium yang sudah dilengkapi sarana dan prasarana yang canggih dan modern namun tidak memiliki tenaga ahli justru akan merugikan laboratorium tersebut.
5.      Sanitasi laboratorium yang terjaga
Kebersihan laboratorium harus menjadi hal tersendiri diperhatikan. Pembersihan tempat kerja dilakukan dengan desinfektan agar tidak menimbulkan bau yang tidak enak di dalam laboratorium. Disediakan tempat pembuangan limbah yang sesuai sangat diperlukan sehingga kebersihan ruangan laboratorium selalu terjaga.















DAFTAR PUSTAKA






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Eni Listyowati mengatakan...

FOOLLOW blog ku ya kawan enilis.blogspot.com

Poskan Komentar