Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

pemeriksaan trigliserida


Trigliserida bukan kolesterol melainkan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah yang dikemas dalam bentuk partikel lipoprotein. Makan makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol. lemak yang berasal dari nabati memang tidak mengandung kolesterol namun mengandung trigliserida yang tinggi contohnya durian, kelapa . Sejumlah faktor dapat mempengaruhi tingginya trigliserida dalam darah seperti kegemukan, makanan berlemak jenuh tinggi, makanan yang tinggi glukosa / karbohidrat serta minuman alkohol. Pada beberapa kasus ditemukan adanya hubunagn faktor genetik dan trigliserida yang tinggi
untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida harus dibarengi dengan perubahan pola makan / memilah- milah jenis makanan .
Trigliserida (atau triglycerides) merupakan salah satu jenis lemak yang diperiksa dalam uji profil lipid. Trigliserida berasal dari dua sumber utama; yaitu makanan dan produksi dari dalam tubuh kita sendiri. Makan dalam jumlah besar menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan kalori yang masuk sebagai trigliserida. Adapun trigliserida ini merupakan bentuk cadangan makanan yang berperan sebagai sumber energi endogen terpenting.Istilah medis untuk tingginya trigliserida dalam darah adalah hipertrigliseridemia.Kadar trigliserida diperiksa dari sampel darah intravena seseorang.
Sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap trigliserida, subjek harus berpuasa selama 8-12 jam (minum air putih masih diperbolehkan). Dua belas jam adalah anjuran ideal karena itu adalah waktu yang dibutuhkan bagi trigliserida untuk dieliminasi dari tubuh. Makanan yang masuk dalam waktu kurang dari 8 jam dapat berpengaruh pada kadar trigliserida. Bahkan dalam waktu beberapa jam setelah makan, kadar trigliserida mencapai 5-10 kali lipat nilai aslinya. Maka dari itu trigliserida sangat tidak dianjurkan diperiksa pada pasien yang tidak puasa; karena hasilnya hampir 100% akan tinggi.
Nilai normal trigliserida menurut ATP III (2004) adalah <150 mg/dL. Berikut ini adalah klasifikasi kategori trigliserida menurut ATP III.

Trigliserida yang tinggi dapat disebabkan oleh diet yang tidak seimbang ataupun akibat kondisi tubuh tertentu. Makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah protein, terutama apabila jumlahnya berlebihan, akan meningkatkan lipogenesis (proses pembentukan timbunan lemak dalam tubuh) sehingga trigliserida akan meningkat. Demikian juga pada diabetes. Individu yang berusia lanjut, wanita, dan ibu hamil cenderung memiliki kadar trigliserida lebih tinggi. Sejumlah penyakit yang menyebabkan trigliserida tinggi antara lain: cirrhosis, alkoholisme, hipotiroidisme, sindroma nefrotik, diabetes tidak terkontrol, dan hiperlipoproteinemia familial (tipe I).
Peran obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi juga penting. Hasil pemeriksaan trigliserida dapat lebih tinggi jika subjek mengkonsumsi diuretik, beta bloker, kolestiramin, dan hormon kontrasepsi. Atau lebih rendah jika subjek mengkonsumsi obat-obatan hipolipidemik dan vitamin C.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar